Pendidikan mahal, pendidikan tidak terjangkau, benarkah?

lutfiprayogi.wordpress.com

Ditengah pendapat umum yang mengatakan bahwa semakin hari pendidikan semakin mahal dan semakin tidak terjangkau oleh peserta didik, saya ingin bertanya: Mahal bila dibanding dengan apa? Tidak terjangkau oleh siapa?

Kita semua pasti sepakat bahwa ilmu pengetahuan memang ‘mahal’ harganya, yang bahkan Imam Ghazali menyatakannya dalam ungkapannya yang sangat indah, “… dan yang paling berharga adalah ilmu, yang paling utama adalah iman”. Atau kalau dalam kalimat saya sendiri :), “Ilmu pengetahuan adalah perkakas paling berdaya guna dan senjata paling kuat yang dimiliki manusia”.

Nilai intrinsik dari ilmu pengetahuan memang sangat tinggi, karena itu memang wajar bila pendidikan sebagai proses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan membutuhkan banyak pengorbanan dalam pelaksananannya. Mereka yang ingin mendapatkan ilmu pengetahuan tetapi tidak ingin berkorban untuk itu, telah merendahkan nilai ilmu pengetahuan itu sendiri dalam hemat saya.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Kebijakan SBI, tepatkah?

lutfiprayogi.wordpress.com

Ini adalah komentar saya, sebagai orang awam (dan insyaallah calon orang tua :D) yang peduli pendidikan di Indonesia, mengenai luaran dan proses dari kebijakan (Sekolah Bertaraf Internasional) SBI. Terlepas dari rendahnya kualitas komentar ini, semoga tulisan ini bisa menjadi pemicu setiap pihak untuk terus mengevaluasi kebijakan pendidikan di Indonesia, sehingga tujuan pendidikan di Indonesia dapat terwujud yaitu menciptakan manusia Indonesia seutuhnya. 😀 😀

Pada awalnya saya sangat mengapresiasi kebijakan SBI, dengan visinya mengakselerasi penciptaan insan-insan Indonesia bertaraf internasional, dengan penekanan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Visi tersebut coba diwujudkan melalui penggunaan TIK dalam pembelajaran, penggunaan bahasa asing, sisipan materi bertaraf internasional, serta akselerasi peningkatan kualitas pendidik melalui pemberdayaan dosen-dosen PTN ternama sebagai pendidik di sekolah.

Kejanggalan mulai saya rasakan ketika dari omongan umum yang ada, yang saya percaya sumber-sumbernya, bahwa kurikulum SBI sedemikian padatnya sehingga perhatian pada kegiatan diluar kurikulum (ekstra kurikuler, pengembangan akhlak dan moral, kegiatan keagamaan) menjadi berkurang cukup signifikan. Dikatakan bahwa setiap hari Senin-Kamis siswa belajar dari pukul 07.00 hingga 15.30, dan Jum’at dari 07.00 hingga 11.30. Sepulang sekolah siswa masih banyak yang mengikuti les-les diluar sekolah untuk menunjang pencapaian akademis juga.

Read the rest of this entry »