Korea Selatan

lutfiprayogi.wordpress.com

Jadi ini adalah sedikit cerita perjalanan gw ke Korea Selatan. Intinya, gw ke Korsel dengan tujuan utama untuk konferensi Cisak (Conference of Indonesian Students in Korea) 2013 yang diselenggarakan oleh Perpika (Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan). Masih banyak kisah berkesan yang tidak sempat terdokumentasikan karena beberapa hal (batere HP habis, sedang terburu-buru dan tidak sempat foto-foto, tidak dalam kondisi yang nyaman untuk foto-foto, ga ada yang motoin, dll). Semoga bermanfaat. :))

Bandara Incheon – Seoul – KTX

DSC04744

Alam Korea yang indah, hijau dan berbukit-bukit, dengan cuaca mendung-mendung gimana gitu, dari balik jendela kereta bandara.

IMG_20130706_113302Stasiun Seoul (baca: Soul).

IMG_20130706_113528Pemandangan dari depan Stasiun Seoul.

IMG_20130706_124316Kecepatan KTX sang kereta peluru saat ini: 269 km/jam.

IMG_20130706_123312IMG_20130706_124706Bentuk-bentuk personil wajib militer Korea Selatan. Silakan nilai sendiri.๐Ÿ˜€

*biasanya warga Korsel menjalani wamil saat lulus SMA

Daejeon – Museum Sains dan Teknologi – Museum Pengetahuan Korea – CISAK

DSC04770Temen gw si Ridho bisa aja kenalan sama dua remaji Korea, umur SMP-an gitu. -_-

Ini ceritanya kita lagi nunggu bus di halte. Di halte bus ada info rute bus yang lengkap, tapi sayangnya dalam bahasa Korea. Ada juga layar LCD yang menunjukkan jadwal kedatangan bus tercepat. Pembayaran bus menggunakan kartu prabayarย tap in-tap out.ย Setiap mendekati tiap halte, ada pemberitahuan nama halte dalam bahasa Korea.

DSC04772 DSC04781Ntah kenapa replika senjata-lah yang dipampang di depan Museum Sains dan Teknologi. Yang atas adalah replika roket modern, dan yang bawah adalah replika peluncur panah berapi otomatis dari era yang saya kurang pasti kapan. (Y)

DSC04796Literatur kuno Korea. Koleksi literatur kuno Korea di museum ini banyak sekali, dari tahun 1700-an, dalam kondisi baik. (Y)

IMG_20130706_162720Toilet canggih bertombol-tombol di museum.

Toilet macam ini umum digunakan loh di banyak tempat di Korea. Selain toilet ini, teknologi sehari-hari yang umum dipakai di sepenjuru Korea adalah: buka-tutup pintu pake tombol, apapun jenis pintunya; kunci pintu elektronik pake nomor pin dan kartu; lampu yang otomatis mati-hidup kalo ada orang bergerak dekat dia, biasa digunakan di depan pintu masuk, lorong, dan tangga.

IMG_20130706_171101 IMG_20130706_172614 IMG_20130706_171203Taman besar, mungkin kalo di Indonesia setara Kebun Raya atau Taman Nasional, yang sangat indah di sekeliling museum.๐Ÿ™‚

20130706_194515Makan malam Sundubu (sup tofu dan seafood pedas) dan 3 jenis Kimchi (asinan sayuran) yang enak BANGET, ditraktir oleh Wandi. Selamat menempuh hidup baru Wandi (kaos merah), semoga berkah keluarga barunya, dan semoga sukses studi S3-nya.๐Ÿ™‚

Makan standar di rumah makan seperti ini, harganya mulai dari 5000 won (45000 rupiah). *sigh

Jam makan malamnya normal, sekitar jam 18.00-21.00. Tapi berhubung kemarin disana lagi musim panas, jadi pas makan masih waktu sholat Ashar dan matahari masih terang benderang.

IMG_20130707_055901Masjid Islamic Center Daejeon (baca: Daejon)

IMG_20130707_055921IMG_20130707_060651 IMG_20130707_060142Tepian sungai yang dijadiin taman, dilengkapi jalur jogging dan sepeda serta jembatan unyu. Ada bangau hidup disitu juga.๐Ÿ™‚

IMG_20130707_061407IMG_20130707_062231IMG_20130707_062128 IMG_20130707_061854 IMG_20130707_061653 IMG_20130707_061605

Ada taman lumayan besar di pinggir sungai, dilengkapi area olahraga (semacam gym sederhana), replika bangunan kuno Korea, dan danau. Ada bebek juga hidup disana.๐Ÿ™‚

IMG_20130707_062818Daerah pemukiman di kota Daejeon di pagi hari. Indah sekali.๐Ÿ™‚

Daejeon adalah kota menengah berpenduduk 1,5 juta. Daerah pusat kotanya agak mirip sama Sudirman-Thamrin gitu, dilengkapi jalan raya dan trotoar luebar serta gedung-gedung tinggi.๐Ÿ™‚

Daejeon dikenal sebagai kota riset dan pendidikannya Korea, ada sekian lembaga riset nasional dan insitusi pendidikan tinggi di Korea.

IMG_20130707_063034Iklan kecantikan hadir dimana-mana.

IMG_20130707_063110Baik di Seoul maupun Daejeon, tidak semua jalannya bertrotoar. Jalan agakย blusukan pemukiman gini tidak bertrotoar, tapi tetap nyaman jalan kaki disitu.๐Ÿ™‚

IMG_20130707_063332Banyak burung di tengah kota.๐Ÿ™‚

IMG_20130707_091228Ntah untuk tujuan konservasi alam atau apa, ada penyeberangan angsa di kompleks KAIST (Korean Advance Institute of Science and Technology). Di seberang tempat saya foto memang ada taman yang banyak angsa-nya.๐Ÿ™‚

IMG_20130707_094657Tari piring pembuka CISAK 2013.

IMG_20130707_110630Perwakilan pemerintah Korsel memberi sambutan. Dengar-dengar, pemerintah Korsel memang serius memberi perhatian pada pelajar asing di Korsel.

IMG_20130707_111400IMG_20130707_121247Presentasi Kang Emil dan Pak Ilham Habibie.

Di CISAK ini juga diceritakan beberapa riset teknologi terkini-nya Korea yang dilakukan oleh orang Indonesia. Canggih bener dah pokoknya, walau gw ga begitu ngerti juga maksudnya apa.๐Ÿ˜€

IMG_20130707_131329Makan siang nasi putih Korea (enak banget!), bulgogi sapi, sup tahu jahe, rumput laut kering, toge rebus, dan semacam makanan campuran tofu dan telur bertekstur seperti puding. Makan malanya prasmanan berbagai macam makanan Korea gitu, lupa namanya apa aja, yang jelas banyak banget dan enak-enak!๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

IMG_20130707_160830Artikel di buku tentang budaya Korsel dari pemerintah Korsel.

IMG_20130707_192051Dapur canggih. Piring-piring kotor dimasukin di situ, keluar-keluar udah bersih aja.

Di semua tempat makan di Korsel yang saya temui, gelasnya dari stainless steel dan disimpan di lemari bersinar UV sebelum digunakan. Supaya tetap bersih mungkin ya.

IMG_20130707_170613TV Ultra HD 84″ hasil riset KAIST.

IMG_20130707_203502KAIST.๐Ÿ™‚

IMG_20130708_070755 IMG_20130708_070519

Pada suatu pagi di Daejeon. Tepi sungai, suara burung, udara mendung, jalan lengang, blok-blok apartemen. Persimpangan jalan raya-nya tertib ya.๐Ÿ™‚

IMG_20130708_072149

Salah satu stasiun kereta bawah tanah di Daejeon. Kereta bawah tanahnya agak alay deh. Di gerbangย tap in/tap out, saat menempelkan tiket, alih-alih berbunyi ‘bip’ atau ‘kamsa hamnida (terima kasih)’, malah muncul suara burung bersiul.:/

IMG_20130706_135827

Just a random photo of a Daejeon Subway passenger. *siulIMG_20130708_080435 IMG_20130708_081304Pada suatu pagi di stasiun KTX Daejeon. Dengan menumpang KTX, Seoul-Daejeon yang berjarak seperti Jakarta-Bandung dapat ditempuh hanya dalam 1 jam, dengan toleransi keterlambatan 0-3 menit. Kereta untuk rute tersebut berangkat setiap sekitar 20 menit sekali, harga tiket sekitar 21000 won (200000 rupiah).

Seoul

IMG_20130708_093647 IMG_20130708_092754 IMG_20130708_092748Pada suatu pagi menjelang siang di Stasiun Seoul.

IMG_20130708_092930Selama menumpang KTX, saya tidak menemukan pemeriksaan tiket sama sekali, baik berupa gerbang otomatis ataupun pemeriksaan oleh petugas. Saya hanya menemui garis kejujuran ini.๐Ÿ˜€

IMG_20130708_095156Di Seoul, beberapa trotoar digunakan bersama untuk berjalan kaki dan parkir mobil, namun nampaknya tidak muncul konflik yang signifikan.

IMG_20130708_095309Mayoritas mobil di Korsel adalah produksi dalam negeri (merk Hyundai dan KIA). Kayanya model yang beredar di sana beda dengan yang beredar di sini, bagus-bagus euy mobil di sanah. Dan orang sana kayanya suka mobil warna putih. Terkejut juga ini nemuย showroom Honda di sini.

IMG_20130708_095529 IMG_20130708_095515

Layar info lalu lintas edisi canggih.

IMG_20130708_100308Seoul yang berbukit-bukit, dengan Seoul Tower di ujung sana.

IMG_20130708_104804IMG_20130708_103809Tidak seperti Singapura yang super rapi dan Jakarta yang berantakan, di Seoul umum ditemukan kios dan lapak seperti di foto, dalam keadaan yang rapi tentu saja.๐Ÿ™‚

IMG_20130708_104118Gerbang Sungyemun, satu dari sekian gerbang lama kota Seoul.

IMG_20130708_110720IMG_20130708_112516IMG_20130708_125902IMG_20130708_100043Beberapa bangunan tua di Seoul, sebagian berasal dari era penjajahan Jepang di Korea. Tapi kalo yang paling bawah adalah desain tipikal stasiun kereta bawah tanah Seoul dari tahun 1970an.

IMG_20130708_104522Dua cowok berbagi payung di ujung zebra cross. Nothing special.

IMG_20130708_111057Kayanya ruas jalan ini dapat berubah menjadi searah atau dua arah, dengan lampu lalu lintas tsb sebagai petunjuknya.

Jalan-jalan raya di Seoul tentu saja lebih ramai daripada di Daejeon. Walaupun ramai kendaraan, suaranya ga seheboh jalan-jalan raya di Jakarta, mungkin karena sedikitnya jumlah motor yang mesinnya lebih berisik dari mobil.

IMG_20130708_111522Kantor Walikota Seoul, dengan taman besar di depannya.

IMG_20130708_113015IMG_20130708_113237Sungai Cheonggyecheon yang terkenal edisi hujan: tidak bisa turun ke sungai dan dipenuhi pejalan kaki berpayung. Area ini sebelumnya adalah jalan raya bertingkat seperti Jakarta Bypass sebelum diubah menjadi sungai dan taman beberapa tahun yang lalu. Sebelum berupa jalan raya bertingkat, sungai ini dipenuhi gubuk-gubuk ilegal seperti Sungai CIliwung.๐Ÿ˜›

Jadi pas gw ke Seoul, lagi musim panas di sanah. Udaranya semriwing-semriwing seperti Bandung gitu. Kota yang cantik, ย hujan rintik-rintik, dan orang-orang berpayung, romangtis bangett. :O :O

Tapi pas hujannya deras, mayan dingin loh. :l

IMG_20130708_115712IMG_20130708_115737

IMG_20130708_165107IMG_20130708_115133 IMG_20130708_114949 IMG_20130708_120507Daerah Gwanghamun Square. Patung orang berdiri dan duduk itu semacam Gajah Mada dan Hayam Wuruk-nya Korea. Yang berdiri namanya Laksamana Yi Sun Sin, prestasi terbesarnya adalah mempertahankan Korea dari invasi Jepang di bawah pimpinan Toyotomi Hideyoshi (pahlwan nasional Jepang :D). Yang duduk adalah Sejong the Great, yang dengan berbagai penemuannya (bola bumi, dll) mensejahterakan rakyatnya.

Dua foto yang bawah adalah gambarย random warga Korea.๐Ÿ˜›

IMG_20130708_114740Kafe-kafe pinggir trotoar di sekitar Gwanghamun. Berasa lagi nonton A Gentleman’s Dignity.

*yes, call me a K-Drama freak

IMG_20130708_115416 IMG_20130708_113149 IMG_20130708_112756 IMG_20130708_095849

Selain taman-taman besar seperti Gwanghamun dan Cheonggyecheon, di Seoul banyak taman-taman kecil yang tiba-tiba aja muncul saat lagi jalan-jalan keliling kota. :))

IMG_20130708_120748Toilet di stasun kereta bawah tanah Gwanghamun. Itu kardus, mm, feels like at home.๐Ÿ˜›

IMG_20130708_121408Denah 3 dimensi stasiun Gwanghamun.IMG_20130708_121830

Layar informasi kedatangan kereta edisi super informatif. Itu gambar kereta yang bawah bisa bergerak sesuai posisi dia saat ini (sedang ada di stasiun apa atau seberapa dekat dengan stasiun tertentu).

IMG_20130708_122042Mamam tuh petunjuk rute kereta dalam kota Seoul. Gw sama sekali ga make petunjuk informasi edisi tradisional kaya gini. Gw pake program Android dan iOS namanya Subway Korea (Jihachul), yang dengan program tersebut kita tinggal masukin mau ke stasiun apa dari stasiun apa, lalu dia akan langsung nunjukin rutenya, lengkap beserta stasiun transit dan lama perjalanan.

IMG_20130708_122517IMG_20130708_122613Stasiun kereta bawah tanah Seoul yang dibangun antara tahun 70-80an ga keren-keren amat:ย spooky,ย travellator-nya matik, petunjuk informasinya agak ga jelas, dan bahkan ada pedagang buka lapak.

Di sebuah stasiun bahkan dijadiin tempat para manula kopdar: mereka piknik, buka tikar, makan bekal dari rumah, dan ngobrol2 gitu. Gw ga moto tentu saja, takut donk ah.

IMG_20130708_140204IMG_20130708_141042Suasana di dalam kereta bandara. Gw agak bingung sih ya, kereta dengan investasi (yg dalam tebakan gw) gede gini, penumpangnya sepi pisan. Gimana bisa balik modal dah. Stasiun kereta ini yang di Stasiun Seoul, berada di kedalaman sekitar 10 lantai bawah tanah. :O

Di dalam kereta ada layar informasi penerbangan gitu. (Y)

IMG_20130709_214149

Yang kiri adalah tiket KTX, dan yang kanan adalah kartu prabayar tempel-tempel yang bisa dipakai untuk bayar kereta, bus kota, minimarket semacam Seven Eleven, loker barang di stasiun/terminal, dll.๐Ÿ™‚

IMG_20130708_144916Bandara Incheon (baca: Inchon), ga secantik bandara Changi dan Kuala Lumpur In’tl Airport sih menurut gw. Tapi ini bandara gwede banjett, secara normal dari turun kereta bandara hingga sampai ke gerbang pesawat internasional aja bisa memakan waktu satu jam. Ada sekitar 130 gerbang di bandara inih. :O

Pengen ke Korsel lagi ah, setidaknya sekali. Masih banyak yang belum dieksplorasi kemarin.๐Ÿ™‚

Catatan:

Pembuatan visa kunjungan Korea Selatan mudah dan cepat kok, caranya:

1. Unduh dan isi formulir pengajuan visa dari situs Kedubes Korsel di Jakarta

2. Siapkan paspor, fotokopi akte lahir, fotokopi KTP, surat keterangan kepegawaian, surat bukti kepemilikan tabungan di bank (mungkin di atas 5 juta rupiah), surat undangan (jika memiliki), bukti pemesanan tiket PP dan penginapan

3. Datang ke Kedubes Korsel di lantai 30 The Plaza Tower, kompleks Plaza Indonesia, Jakarta. Daftarkan pengajuan visa, bayar 300 rb, serahkan semua persyaratan.

4. Seminggu kemudian, ambil paspor beserta visa.๐Ÿ™‚

2 Responses to “Korea Selatan”

  1. ashlih Says:

    Yaah kurang lebih sama..

  2. kiki Says:

    sungainya itu lhoooo.. bikin iri bangett >.<


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: