Jalan Margonda Raya sebagai Cermin Semangat Kebebasan dan Kesetaraan Masyarakat Kota Depok

http://www.lutfiprayogi.co.cc

This is my final assignment on the Architecture, City, & Power course. Feel free to read, feel free to use it as a reference with good academic ethics (deep attention in citation, reference footnote & endnote, etc). And say no to plagiarism!🙂

 

JALAN MARGONDA RAYA SEBAGAI CERMIN SEMANGAT KEBEBASAN DAN KESETARAAN MASYARAKAT KOTA DEPOK


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jalan raya selalu menjadi cermin dari kehidupan penggunanya, baik bagi mereka yang menggunakannya sebagai jalur transportasi maupun yang menggunakannya sebagai pemicu aktivitas di sekitarnya. Jalan raya menggambarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat: keamanan, ekonomi, politik, sosial budaya, agama/kepercayaan, dsb. Jalan raya bahkan dapat menggambarkan sisi terdalam dari suatu masyarakat: ideologi, filosofi, dsb.

Dalam sejarahnya berbagai proyek perancangan kota selalu menyertakan jalan raya sebagai elemen perancangannya: Avenue Champ-Elysees pada proyek Haussman di Paris, poros Sudirman-Thamrin pada proyek Soekarno di Jakarta, Interstate-10 pada proyek Robert Moses di New York, dsb. Terlepas dari fungsi dari sebuah jalan raya, selalu ada yang ingin disampaikan oleh perancang dan tersampaikan oleh pihak selaln perancang melalui jalan raya.

Pasca Orde Baru keadaan sosial warga kota di Indonesia diidentifikasi dengan adanya “kelonggaran di Pusat”[i], ditandai dengan berubahnya relasi antara warga dengan pemerintah (pusat). Relasi yang sebelumnya bersifat kepatuhan dan menjurus pada ketakutan berubah menjadi lebih cair. Semangat kebebasan dan kesetaraan antar warga negara menjadi semangat yang berkembang pada masa tersebut (masa ini).

1.2 Masalah dan Batasannya

Makalah ini mencoba melihat bagaimana jalan raya menjadi cermin dari semangat kebebasan dan kesetaraan pada masyarakat perkotaan tersebut. Jalan raya yang ditelaah adalah Jl. Margonda Raya, Depok, dan masyarakat yang dimaksud secara khusus adalah warga Depok pengguna Jl. Margonda Raya, dan secara umum adalah warga Depok keseluruhan.

1.3 Tujuan Penulisan

Makalah ini ditujukan untuk menampilkan semangat kebebasan dan kesetaraan yang ada di masyarakat Depok yang tergambarkan di Jl. Margonda Raya. Makalah ini tidak menjustifikasi hal yang terlihat sebagai benar/salah atau baik/buruk melainkan bertujuan untuk menampilkan sesuatu sebagaimana adanya.

Makalah ini tidak bermaksud untuk membandingkan Jl. Margonda Raya pada masa dan pasca masa Orde Baru. Penggunaan istilah ‘pasca Orde Baru’ hanya untuk menunjukkan masa dimana ‘semangat kebebasan dan kesetaraan’ sebagai bahasan dalam makalah ini sedang menjadi hal yang aktual.

1.4 Metode Penulisan

Makalah ini disusun melalui kajian pustaka dan pengamatan langsung. Pengamatan langsung dilakukan pada pukul 17.30 – 18.30, pada saat Jl. Margonda Raya sedang dipenuhi berbagai orang dengan beragam kegiatan dan kepentingan.


[i] Kusno, 2009

 

You can download the full paper below.🙂

Tugas Akhir Arsitektur, Kota, & Kuasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: