Politik Informalitas Perkotaan: Kasus ‘Reclamation’, Teluk Manila, Filipina

http://www.lutfiprayogi.co.cc

Politik Informalitas Perkotaan: Kasus ‘Reclamation’, Teluk Manila, Filipina

Tanggapan pertemuan kelas Arsitektur, Kota, dan Kuasa ke-5

Lutfi Prayogi 0706269230

Selain melihat informalitas perkotaan sebagai sebuah ‘tipe’ yang muncul akibat adanya kesenjangan kualitas kehidupan (ekonomi, pendidikan, kesehatan, dsb) dan diidentifikasi dengan kualitas kehidupan yang rendah yang berlaku secara umum di seluruh penjuru dunia, ia juga dapat dilihat sebagai sebuah hal unik yang muncul akibat pola dan aktivitas politik lokal yang juga unik. Kasus pemukiman informal di daerah Reclamation, Teluk Manila, Filipina, menjadi salah satu contohnya.

Setidaknya ada tiga aktivitas politik signifikan yang mempengaruhi keadaan Reclamation saat ini, termasuk label ‘informal’ yang melekat padanya.

1. People Power; revolusi yang menumbangkan pemerintahan otoriter Ferdinand Marcos mengubah posisi dan pola hubungan antara pemerintah dan yang diperintah (rakyat). Bila pada rezim sebelumnya definisi ‘benar’ dan ‘salah’ a la pemerintah begitu ketat dan kaku, maka pada rezim selanjutnya (rezim Corazon Aquino) dengan mempertimbangkan semangat kebebasan definisi tersebut berubah menjadi lebih lunak menjadi ‘formal’ dan ‘informal’.

Pada masa sebelumnya diperkirakan semua kehidupan perkotaan adalah ‘benar’ dalam definisi pemerintah, dan segala yang ‘salah’ akan diubah menjadi ‘benar’ oleh pemerintah dengan berbagai cara. Pada masa selanjutnya semua kehidupan perkotaan yang sesuai dengan peraturan dan rancangan pemerintah didefiniskan sebagai ‘formal’, dan semua yang tidak sesuai didefinisikan ‘informal’, namun dengan usaha formalisasi hal informal yang tidak seketat pada masa sebelumnya.

Pemukiman informal Reclamation ada bersama dengan semangat kebebasan yang dipegang oleh pemerintah dan rakyat Filipina.

2. Kampanye anti-komunis pemerintah; kemampuan organisasi massa Kasama mengorganisasi penghuni Reclamation memenuhi kebutuhan hidupnya dan isu bahwa ormas tersebut berafiliasi pada partai politik berhaluan komunis, walapun tidak jelas seperti apa afiliasi tersebut, tentunya menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pemerintah. Definisi dan keadaan informal dipertahankan di Reclamation dalam rangka membendung kegiatan politik pihak komunis tersebut.

3. Pengembangan ekonomi-sosial a la liberalis-kapitalis dan Dunia Pertama; proyek Asia New World yang dipromosikan oleh pemerintah untuk menarik para investor asing paska dikembalikannya Hong Kong ke RRC lebih diprioritaskan daripada pengembangan ekonomi berdasarkan kemampuan lokal penghuni Reclamation. Keputusan ini otomatis juga mengakibatkan terus disandangnya status informal oleh penghuni Reclamation.

Pada film juga ditunjukkan bagaimana rakyat yang kaya menolak untuk tinggal berdampingan dengan penghuni pindahan Reclamation dengan alasan keamanan. Persetujuan pemerintah atas penolakan ini menjadi bukti kecil akan dipertahankannya sistem kelas masyarakat berdasarkan kekuatan kapital (modal, uang) a la kapitalisme.

Dapat disimpulkan, kehidupan informal perkotaan dengan penyebab umum dan karakteristik yang disebutkan di awal tidak selalu terjadi dengan sendirinya dan seakan-akan menjadi sebuah rantai setan yang tidak dapat diputus (misal: kesehatan yang buruk membuat seseorang tidak dapat bekerja, tidak dapat bekerja menyebabkan seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan kesehatannya, dsj), namun juga terjadi karena beberapa faktor eksternal yang bersifat unik. Dalam kasus Reclamation, bila aktivitas-aktivitas politik diatas tidak terjadi, mungkin saja wajah Reclamation tidak seperti saat ini, dan daerah tersebut tidak berlabel daerah informal.

Sumber:

Roy, Ananya dan Nezar Al Sayyad. Urban Informality: Transnational Perspectives from the Middle East, Latin America, and South Asia. (Lanham: Lexington Books, 2004)

Wikipedia. “People Power Revolution”. http://en.wikipedia.org/wiki/People_Power_Revolution (03 November 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: