Revolusi Industri dan Tatanan Sosio-spatial Baru Inggris

lutfiprayogi.wordpress.com

Revolusi Industri dan Tatanan Sosio-spatial Baru Inggris

Tanggapan pertemuan kelas Arsitektur, Kota, dan Kuasa ke-1

Lutfi Prayogi 0706269230

Menarik untuk melihat bagaimana gejala sosial mempengaruhi sisi emosional manusia (seperti diceritakan dalam North & South), yang mana akumulasi dari gejolak emosi tersebut bila dipadupadankan dengan kemampuan berpikir yang tajam dapat menjadi sebuah gerakan dan pemikiran yang fenomenal serta mempengaruhi seluruh dunia (seperti diceritakan dalam Metromarxism).

Saya melihat ada beberapa bentuk keterkaitan yang menarik antara Revolusi Industri, Marxisme, dan ruang kota.

  1. Revolusi Industri mengubah kelas sosial di Inggris yang sebelumnya berdasarkan keturunan menjadi berdasarkan kemampuan ekonomi. Kelas tinggi di masyarakat yang sebelumnya dipegang oleh bangsawan (Duke, Duchess, dll), berubah menjadi dipegang oleh kaum kapitalis (pemegang modal). Perubahan ini tentunya juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain seperti Revolusi Perancis (1789-1850), perubahan politik di Inggris sendiri (‘penghapusan’ kekuasaan pemerintahan dari tangan Raja/Ratu, 1850an), penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (1850an), dll.

Perubahan struktur kelas sosial ini turut mengubah pola kota-kota industri di Inggris. Pusat kota bukan hanya daerah di sekitar istana para bangsawan (yang nampaknya memang telah dikhususkan untuk ditempati kelas tertentu), ataupun kastil di luar kota, melainkan juga daerah industri dimana uang berputar dengan cepat. Kaum kelas tinggi (kaum pemodal) tinggal di dekat pabrik yang ia miliki

Pada saat yang sama, kelas rendah yang ‘baru’, yaitu kelas buruh, juga menempati rumah-rumah baru mereka. Daerah-daerah kumuh yang tidak terlalu jauh dari pabrik dan rumah pemilik modal, ataupun daerah yang lebih baik namun agak jauh dari pabrik.

  1. Nampaknya, pada saat revolusi industri inilah konsep nilai  tanah/lahan yang baru terbentuk. Bila pada masa sebelumnya, tanah yang bernilai tinggi adalah tanah yang berada di dalam benteng kota dan dekat dengan istana atau sungai, maka pada masa ini nilai tanah ditentukan oleh kedekatannya dengan pabrik. Kemampuan pemilik modal meletakkan pabriknya di titik yang ia inginkan sesuai kebutuhannya, menciptakan lahan-lahan bernilai tinggi baru di sekitarnya.

‘Nilai’ lahan pada saat ini mungkin dapat dimaknai sebagai kemampuan lahan ‘menghasilkan’ uang bagi pemiliknya. Dalam skala regional, bisa saja pada masa Revolusi Industri Manchester merupakan kota yang lebih bernilai dibandingakn London, disebabkan oleh lebih banyaknya jumlah pabrik yang ia miliki.

  1. Nampaknya lagi, pada masa inilah urbanisasi menemui esensinya, perpindahan penduduk dari lahan bernilai rendah ke lahan bernilai tinggi. Penduduk berpindah dari lahan bernilai rendah (lahan yang belum terindustrialisasi) di pedesaan ke lahan bernilai tinggi (lahan yang telah terindustrialisasi) di perkotaan.
  2. Adanya urbanisasi dan terciptanya daerah-daerah kumuh di perkotaan menjadi ekspresi yang jelas akan adanya perbedaan kelas dan ‘tersiksanya’ hidup kelas rendah di perkotaan. Fenomena ini kemudian ditangkap dan dicermati dengan baik oleh pemikir Marxisme seperti Engels.
  3. Ekspresi akan adanya kelas rendah yang tercipta akibat Revolusi Industri yaitu kelas proletar, yang hidupnya tidak sebaik kelas pemilik modal, serta sistem kelas sosial yang tidak lagi kaku berdasarkan keturunan serta memungkinkan adanya perubahan kelas dengan uang, nampaknya turut menginspirasi para pemikir Sosialisme-Marxisme. Mereka berutopia akan adanya masyarakat tanpa kelas, sehingga setiap orang dapat hidup bahagia, sama rata sama rasa. Pada masanya ketika pemikiran Marxisme mencapai puncaknya (1960an), utopia mereka terekspresikan lagi ke dalam ruang-ruang kota, berupa bangunan-bangunan yang seragam, struktur kota yang kaku, dsb.

Sumber:

Merryfield, Andi. MetroMarrxism: A Marxist Tale of the City. (New York: Routledge, 2002)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: