Palestina, haruskah kita bela?

lutfiprayogi.wordpress.com

Ratusan ribu kader dan simpatisan PKS kembali memenuhi jalan-jalan protokol beberapa kota-kota besar di Indonesia untuk menyuarakan dukungannya atas perjuangan bangsa Palestina merebut kemerdekaannya.

Selayaknya aksi pengerahan massa lainnya, hal ini tentu membawa ketidaknyamanan tertentu terhadap warga kota; kemacetan, keberisikan, hingga turunnya omzet pemasukan pusat-pusat perbelanjaan di sepanjang jalan yang dilalui massa PKS akibat terblokirnya jalan. Efek negatif ini kemudian dipertanyakan apakah perlu terjadi, mengingat yang disuarakan adalah dukungan kemerdekaan bangsa lain.

Hingga mencuat kembali pertanyaan, haruskah kita bela dan dukung perjuangan bangsa Palestina?

Saya berpendapat, perjuangan bangsa Palestina merebut kemerdekaannya (dari bangsa Yahudi-Zionis-Israel) adalah hal yang harus kita, sebagai bangsa Indonesia, dukung, karena beberapa hal:

Pertama, bangsa Indonesia berhutang budi pada bangsa Palestina. Seperti kita tahu, salah satu syarat kedaulatan sebuah negara adalah pengakuan dari negara lain. Tercatat bahwa negara yang pertama kali mengakui kedaulatan NKRI pada 17 Agustus 1945 adalah negara Mesir, namun ternyata bangsa yang pertama kali mengakui kedaulatan NKRI adalah bangsa Palestina. Andaikan pada saat itu bangsa Palestina telah meraih kemerdekaannya, tentu saja ia akan tercatat sebagai negara yang pertama kali mengakui kedaulatan NKRI.

Kedua, hutang budi ini ternyata terus berlangsung hingga saat ini. Pada saat terjadi tsunami di Aceh, bangsa Palestina menyumbang bantuan kurang lebih 300.000 USD (Rp. 2,8 M). Jumlah yang tidak seberapa memang, namun mengingat mereka belum merdeka, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja masih harus membangun terowongan ilegal,  jumlah ini tentunya terbilang besar.

Ketiga, bangsa dan negara Indonesia menolak adanya penjajahan di muka bumi, seperti termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Sementara itu bangsa Palestina adalah satu-satunya bangsa di muka bumi yang masih terjajah secara tradisional, terjajah secara fisik (mengalami peperangan, kekerasan fisik dan terorisme, diskriminasi ras, dsb). Maka sudah seyogyanya bangsa Indonesia mewujudkan pendirian anti-penjajahannya dalam bentuk dukungan perjuangan bangsa Palestina. Terlebih lagi Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif, sehingga pendirian tersebut tidak boleh hanya menjadi wacana atau pemikiran atau sikap saja, melainkan diwujudkan dalam tindakan yang nyata dan aktif.

Keempat, sesungguhnya seluruh dunia saat ini sedang terjajah secara nonfisik, melalui pinjaman-pinjaman IMF, adanya hak veto di PBB, dsb. Sebagian besar peneliti konspirasi berpendapat bahwa akar dan kepala dari penjajahan tersebut berada di Israel, di tanah bangsa Yahudi. Hal tersebut juga dibenarkan dalam Al Qur’an, yang menyebutkan bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa yang dimurkai Allah, yang di masa lalu telah melakukan terlalu banyak kerusakan seperti mengada-adakan tuhan baru, membunuh nabi-nabi, dsb.

Bangsa Palestina adalah satu-satunya bangsa yang melakukan perjuangan fisik terus menerus melawan bangsa Yahudi saat ini. Dukungan terhadap perjuangan ini tentu saja juga berarti perhatian lebih besar dari bangsa Yahudi untuk melawan perjuangan ini. Perhatian lebih besar ini secara langsung maupun tidak langsung mengurangi perhatian mereka atas penjajahan lainnya yang mereka lakukan diseluruh penjuru dunia.

Beberapa hadits dan israilliyat menyebutkan bahwa kiamat akan terjadi pada saat tanah Al Quds dikuasai oleh bangsa Yahudi. Pada saat ini digambarkan adalah titik tergelap peradaban umat manusia, hingga akhirnya muncul Imam Mahdi dan turun Isa Al Masih untuk memimpin umat Muslim membebaskan tanah Al Quds. Wallahu ‘alam, bagi saya ini menggambarkan bahwa perjuangan membela tanah Palestina dari genggaman bangsa Yahudi memang sesuatu yang telah dituliskan dalam takdir.

Akhir kata, sebagai bangsa Indonesia pemberian dukungan terhadap bangsa Palestina mungkin memang bukan prioritas utama. Namun bagi saya adalah salah bila dikatakan kita tidak perlu mendukung perjuangan bangsa Palestina.

Setidaknya, melihat kehidupan dan perjuangan bangsa Palestina akan membuat kita sadar, betapa banyaknya nikmat Allah yang selama ini kita sia-siakan dan tidak kita syukuri.🙂

Wallahu ‘alam bisshawab.

*Mohon maaf saya tidak dapat menyertakan sumber data dan referensi tulisan saya.

One Response to “Palestina, haruskah kita bela?”

  1. fajrie Says:

    bersyukurlah orang2 yang mendapat nikmat berupa kepedulian terhadap umat islam dimanapun mereka berada, salah satunya dengan munasharah ini.

    gak sedikit orang2 yang apatis terhadap perjuangan rakyat palestina sampe2 mencela dan memaki kegiatan2 kaya gini….

    masing2 orang bebas berpendapat tapi merupakan suatu kewajiban bagi kita, yang merasa manusia beradab, untuk menghargai pendapat2 tersebut, karena itu seharusnya gak usah ada saling mencela dan memaki,, sedih dan kasian aja ngeliat orang2 yang apatis dan suka mencela orang lain yang membela saudara sesama muslim di palestina,.

    *serius mode: on🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: