Jendela Dunia

Kalo pas SD kita diajarin buku itu jendela dunia kan, istilah itu menurut gw sih masih relevan, hanya saja, ada jendela-jendela baru yang lebih yahut, namely..

GoogleEarth dan Microsoft Encarta.

 

GoogleEarth dulu deh,,

ini program bener2 jadi jendela dunia dalam arti sebenarnya, kita bisa ngelongok ke bagian permukaan bumi manapun cuma dengan klik-klik-klik. Check this out.

Jadi pas awal2 make program ini, gw suka banget ngeliat kota-kota besar di penjuru dunia lain, karena kota itu adalah cerminan dari peradaban manusia kan.. Tokyo, Seoul, Paris, London, New York, Washington DC, Moskwa, semuanya punya ciri khasnya sendiri. Paris yang jalan-jalannya berkelibetan, Shanghai yang dipenuhi apartemen-apartemen seragam (sama rata sama rasa, kan komunis.. J ), Washington DC yang dipenuhi taman-taman,, setiap kota memberikan gambaran berbeda tentang peradaban penghuninya lah.

Dan dua kota yang lumayan nyantol di kepala gw, hasil dari ngegugel ert, Mogadishu (ibu kota Somalia), sama Kuala Lumpur (ibu kota Malaysia).

 

Mogadishu, kota yang dijadikan tempat syuting (satu dari sekian banyak) film propaganda AS, Black Hawk Down. Yang katanya helikopter AS ditembak jatoh sama tentara ‘pemberontak’ Aidid. Yang sampe sekarang juga belom berhenti bergejolak.

Kalo kata tante Wiki, pada abad 13 pas Ibnu Batuta berkunjung kesana, ia kagum melihat berlimpah ruahnya makanan di kota itu, dan penghuninya gemuk-gemuk. Tapi sekarang, kota tersebut bahkan tidak memiliki pemerintah de facto selama 1 dasawarsa (what the??). Bagian utara dikuasai kelompok2 militan yang ingin memerdekakan diri, di bagian lainnya pebisnis2 harus menyewa petugas keamaan komersil untuk melindungi diri dari kelompok2 militan. Parlemen-nya aja ga berlokasi disana, tapi di Nairobi (ibu kota Nigeria). Ckck.

Coba liat deh citra2 ini.

Nih kota bahkan g lebih gede dari Balikpapan, Kaltim, loh. Bangunan gedenya, paling cuma sikomplek stadion itu. Sisanya rumah penduduk seiprit2. Bandara mana bandara? Ada, cuma seiprit juga. Jadi ga keliatan signifikan dari udara.

Yang ini, daerah sekitar istana presiden. Istananya yang ada ‘w’-nya itu. Perhatiin deh, bahkan di daerah seelit ini, ga ada mobil berlalu lalang. Yang berarti, ya mobil memang masih barang muewwaah bagnget disana. Jalan aspalnya juga ketutupan pasir di sana-sini, tandanya jarang dilewati kendaraan yang bergerak cepat. Ga keliatan juga kan ada orang berlalu lalang di jalannannya, kaya kota mati banget.

Di gugel ert kan kita bisa ngeliat koleksi foto juga, ada beberapa foto keadaan Mogadishu.

Yang gede itu ceritanya gedung parlemennya (yang terbengkalai). Di sekitarnya, sepi gilz. Ga ada mobil, atau sepeda, atau orang, atau apalah tanda2 kehidupan. Di bangunan dan jalan2nya juga ga ada plang, iklan, signboard. Ckck.

Ini pusat kotanya, yang hancur gara2 konflik berkepanjangan. Di ujung sana ada lampu jalan, sisa2 dari pembangunan infrastruktur publik di masa lalu. Tapi kenyataannya saat ini, ya seperti ini.

Ini universitas Mogadishu, yang bau2nya baru selese dibangun, dan seperti biasa, seperti tanpa kehidupan. Perhatiin langit birunya yang oke banget itu, tandanya ga ada industri di sekitarnya, ataupun polusi kendaraan bermotor yang menandakan adanya kegiatan ekonomi yang bergairah.

 

Menarik bukan?

Bersyukurlah kita dilahirkan jadi orang Indonesia. J

One Response to “Jendela Dunia”

  1. dey Says:

    waaaaah…… serem juga ya tu kota.. Hmmm… tapi langit birunya nampoool banget!! x)
    sirik banget dah kalo inget langit kota Depok apalagi Jakarta,,he..he..he..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: