Perkembangan Perumahan Kecil di Parung, Depok

www.lutfiprayogi.co.cc

This is my final assignment on the (Introduction of) Urban and Regional Planning course. Enjoy!

Say no to plagiarism, please pay attention to good academic ethics (citation, reference footnote & endnote, etc) if you’d like to use this essay as a reference. :)

Perkembangan Perumahan Kecil di Parung, Depok

 

Beberapa tahun terakhir ini banyak berkembang perumahan kecil di Parung, Depok, beberapa yang cukup terkenal adalah Greenland Residence dari Relife Realty dan Tamansari Puri Bali dari Wika Realty. Perumahan-perumahan tersebut rata-rata memiliki areal kurang dari 5.000 m2. Unit-unit yang ditawarkan berukuran antara 36-72 m2 dengan luas tanah dibawah 100 m2.[i] Di esai ini akan dibahas beberapa faktor yang mendukung berkembangnya perumahan-perumahan tersebut dan secara khusus di akhir akan dibahas beberapa faktor yang mendukung berkembangnya perumahan dalam ukuran kecil. Faktor-faktor tersebut adalah: (1) tersedianya infrastruktur transportasi serta fasilitas sosial dan umum, (2) adanya target pasar yang relatif luas, dan (3) mudahnya pengembang mengembangkan perumahan kecil.

Read the rest of this entry »

Jakarta Kaiseki

www.lutfiprayogi.co.cc

This is my project on Architecture Design Studio V course. Your comment will be an honour to me. :)

 

 

Jalan Margonda Raya sebagai Cermin Semangat Kebebasan dan Kesetaraan Masyarakat Kota Depok

www.lutfiprayogi.co.cc

This is my final assignment on the Architecture, City, & Power course. Feel free to read, feel free to use it as a reference with good academic ethics (deep attention in citation, reference footnote & endnote, etc). And say no to plagiarism! :)

 

JALAN MARGONDA RAYA SEBAGAI CERMIN SEMANGAT KEBEBASAN DAN KESETARAAN MASYARAKAT KOTA DEPOK


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jalan raya selalu menjadi cermin dari kehidupan penggunanya, baik bagi mereka yang menggunakannya sebagai jalur transportasi maupun yang menggunakannya sebagai pemicu aktivitas di sekitarnya. Jalan raya menggambarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat: keamanan, ekonomi, politik, sosial budaya, agama/kepercayaan, dsb. Jalan raya bahkan dapat menggambarkan sisi terdalam dari suatu masyarakat: ideologi, filosofi, dsb.

Dalam sejarahnya berbagai proyek perancangan kota selalu menyertakan jalan raya sebagai elemen perancangannya: Avenue Champ-Elysees pada proyek Haussman di Paris, poros Sudirman-Thamrin pada proyek Soekarno di Jakarta, Interstate-10 pada proyek Robert Moses di New York, dsb. Terlepas dari fungsi dari sebuah jalan raya, selalu ada yang ingin disampaikan oleh perancang dan tersampaikan oleh pihak selaln perancang melalui jalan raya.

Pasca Orde Baru keadaan sosial warga kota di Indonesia diidentifikasi dengan adanya “kelonggaran di Pusat”[i], ditandai dengan berubahnya relasi antara warga dengan pemerintah (pusat). Relasi yang sebelumnya bersifat kepatuhan dan menjurus pada ketakutan berubah menjadi lebih cair. Semangat kebebasan dan kesetaraan antar warga negara menjadi semangat yang berkembang pada masa tersebut (masa ini).

Read the rest of this entry »

Industrialisasi Ruang dan Kehidupan Perkotaan

www.lutfiprayogi.co.cc

Industrialisasi Ruang dan Kehidupan Perkotaan

Tanggapan pertemuan kelas Arsitektur, Kota, dan Kuasa ke-10

Lutfi Prayogi 0706269230

Film “Manufactured Landscape” sebagian besar menggambarkan proses yang saya beri judul Revolusi Industri Tahap 2 di Republik Rakyat China. Disebut ‘revolusi’ karena ia terjadi secara cepat setelah Reformasi Ekonomi di RRC pada dekade 80-an oleh Deng Xiaoping. Proses revolusi tersebut memberi gambaran jelas mengenai proses industrialisasi ruang dan kehidupan perkotaan di negara tersebut, yang sebetulnya hanya merupakan contoh dari proses-proses serupa di seluruh dunia. Industrialiasi ruang dan kehidupan perkotaan tersebut berakibat pada kecenderungan pengkutuban (polarisasi) ruang perkotaan menjadi daerah yang dilayani (serviced) dan daerah yang melayani (service). Pengkutuban ruang perkotaan tersebut pun membawa dampak-dampak lainnya.

Read the rest of this entry »

Politik Informalitas-Perkotaan: Kasus Palestina

www.lutfiprayogi.co.cc

Politik Informalitas-Perkotaan: Kasus Palestina

Tanggapan pertemuan kelas Arsitektur, Kota, dan Kuasa ke-6

Lutfi Prayogi 0706269230

Kehidupan perkotaan, baik formal maupun informal, tidak pernah lepas dari permainan kepentingan politik penguasa. Pada kasus Palestina yang diceritakan di film Journey to the Occupied Land digambarkan bagaimana dua bentuk informalitas-perkotaan yang berbeda diberi perlakuan yang berbeda, dengan berlandaskan isu suku, ras, dan agama, untuk memenuhi tujuan politik penguasa. Dalam hal ini penguasa adalah negara Israel, dengan salah satu tujuan negara tersebut adalah “menjadi negara Yahudi yang dapat melindungi bangsa Yahudi dari segala penindasan dan penderitaan”[i]

Read the rest of this entry »

Politik Informalitas Perkotaan: Kasus ‘Reclamation’, Teluk Manila, Filipina

www.lutfiprayogi.co.cc

Politik Informalitas Perkotaan: Kasus ‘Reclamation’, Teluk Manila, Filipina

Tanggapan pertemuan kelas Arsitektur, Kota, dan Kuasa ke-5

Lutfi Prayogi 0706269230

Selain melihat informalitas perkotaan sebagai sebuah ‘tipe’ yang muncul akibat adanya kesenjangan kualitas kehidupan (ekonomi, pendidikan, kesehatan, dsb) dan diidentifikasi dengan kualitas kehidupan yang rendah yang berlaku secara umum di seluruh penjuru dunia, ia juga dapat dilihat sebagai sebuah hal unik yang muncul akibat pola dan aktivitas politik lokal yang juga unik. Kasus pemukiman informal di daerah Reclamation, Teluk Manila, Filipina, menjadi salah satu contohnya.

Read the rest of this entry »

Simbiosis Formalitas-Informalitas pada Masyarakat Perkotaan

lutfiprayogi.wordpress.com

Simbiosis Formalitas-Informalitas pada Masyarakat Perkotaan

Tanggapan pertemuan kelas Arsitektur, Kota, dan Kuasa ke-4

Lutfi Prayogi 0706269230

Formalitas dan informalitas nampaknya bersifat seperti dua sisi mata uang: bertolak belakang namun saling melengkapi satu sama lain, serta tidak bisa dihilangkan salah satunya saja. Keduanya saling berhubungan dan membentuk simbiosis. Sifat simbiosis yang dihasilkan (mutualisme, komensalisme, ataupun parasitisme) serta signifikansi masing-masing elemen (formal dan informal) berbeda-beda berdasarkan berbagai faktor: kualitas dan kuantitas pelaku, waktu, tempat, dsb.

Dalam film “La Ciudad” digambarkan beberapa kasus keterkaitan formalitas dan informalitas dalam konteks kehidupan kota New York sebagai salah satu kota besar di Dunia Pertama.

Read the rest of this entry »

Kekuasaan dan Persepsi atas sebuah Kota

lutfiprayogi.wordpress.com

Kekuasaan dan Persepsi atas sebuah Kota

Tanggapan pertemuan kelas Arsitektur, Kota, dan Kuasa ke-2

Lutfi Prayogi 0706269230

Hal yang cukup menarik yang dapat dicermati dari film New York: A Documentary Film serta bacaan The Death and Life of American Great Cities dan All That is Solid Melt into Air adalah bagaimana dua orang yang memiliki tingkat kekuasaan berbeda mempersepsikan kota-nya. Walaupun persepsi kota bagi mereka juga dibentuk dari faktor-faktor lain: kepribadian terbuka/tertutup, tingkat ekonomi, latar belakang pendidikan, dsb, namun saya rasa dalam konteks ini tingkat kekuasaan Robert Moses dan Jane Jacob-lah yang cukup signifikan mempengaruhi persepsi mereka terhadap kota New York.

Robert Moses adalah seorang walikota: ia memiliki jutaan konstituen, jaringan dengan pengusaha, hubungan yang unik dengan partai berkuasa dan oposisi, hubungan yang unik dengan penguasa di atas dan bawahnya, dsb. Perannya yang sangat banyak dan kompleks tersebut tentunya juga melahirkan banyak kepentingan yang harus ia penuhi: kehidupan dan dukungan jutaan konstituennya, kemudahan investasi bagi para pengusaha, kepercayaan politik dari partai berkuasa dan posisi tawar dengan partai oposisi, dukungan politik dari penguasa di atas dan bawahnya, dsb.

Read the rest of this entry »

Revolusi Industri dan Tatanan Sosio-spatial Baru Inggris

lutfiprayogi.wordpress.com

Revolusi Industri dan Tatanan Sosio-spatial Baru Inggris

Tanggapan pertemuan kelas Arsitektur, Kota, dan Kuasa ke-1

Lutfi Prayogi 0706269230

Menarik untuk melihat bagaimana gejala sosial mempengaruhi sisi emosional manusia (seperti diceritakan dalam North & South), yang mana akumulasi dari gejolak emosi tersebut bila dipadupadankan dengan kemampuan berpikir yang tajam dapat menjadi sebuah gerakan dan pemikiran yang fenomenal serta mempengaruhi seluruh dunia (seperti diceritakan dalam Metromarxism).

Saya melihat ada beberapa bentuk keterkaitan yang menarik antara Revolusi Industri, Marxisme, dan ruang kota.

Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 255 other followers